Udah 6+ tahun gonta-ganti industri — mulai dari luxury watches travel, wedding venue, umroh sampai jualan produk digital. Yang saya pelajari: settingan iklan yang "kelihatan bagus" dan yang "beneran menghasilkan" itu dua hal berbeda. Pernah scale satu funnel sampai 44.5x ROAS — dan saya bisa cerita gimana caranya.
Ngobrol dulu yukDari riset audience sampai struktur TOF/MOF/BOF yang beneran nyambung satu sama lain, bukan campaign yang jalan sendiri-sendiri.
Kadang budget bocor bukan karena strateginya salah total, tapi ada satu-dua hal kecil yang kelewat. Saya bantu cari itu.
Nggak perlu bolak-balik buka Ads Manager tiap hari buat tahu campaign mana yang jalan. Saya biasa bikinin dashboard sendiri buat ini.
Iklan bagus tapi landing page-nya nggak nyambung ya percuma. Saya pegang dua-duanya biar satu alur.
Butuh landing page atau website company profile? Saya bisa bikinin, termasuk deploy-nya.
Selain nulis copy, saya juga bantu susun content pillar dan arah strategi kontennya — biar postingan sosmed nggak asal jalan tanpa tujuan yang jelas.
[ screenshot_jannah.png ]
Ini salah satu yang saya banggain. Pegang full-funnel Meta Ads buat paket Umrah, dari orang lihat iklan sampai beneran daftar dan bayar.
[ dashboard_digiproduct.png ]
Ini project testing funnel buat produk digital seorang KOL (Xiaomi Creator). Saya coba beberapa struktur (BOF, MOF, retargeting) buat lihat mana yang paling efisien.
Jujur aja, saya sekarang kerja dibantu pakai AI hampir di semua hal mulai dari bikin laporan, build dashboard sendiri, sampai produksi konten. Bukan buat gaya-gayaan, tapi karena itu bikin saya bisa gerak jauh lebih cepat dibanding cara kerja biasanya. Fokus saya juga lebih ke produk yang harganya besar dan orang butuh mikir dulu sebelum beli (travel, luxury) — itu butuh funnel yang lebih dalam, bukan cuma boost post terus selesai. Dan setiap keputusan budget, saya coba dasarin dari hasil testing, bukan feeling.